Resume Artikel Ilmiah “Analisis Model Fit Butir Soal pada Instrumen Penilaian Kognitif Ilmu Pendidikan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama”

 

Artikel ilmiah berjudul "Analisis Model Fit Butir Soal pada Instrumen Penilaian Kognitif Ilmu Pendidikan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama" membahas pentingnya kualitas instrumen penilaian kognitif untuk memastikan evaluasi yang dilakukan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah butir soal yang sesuai atau fit dengan model Rasch pada instrumen penilaian kognitif yang dikembangkan untuk mata pelajaran IPA di SMP.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilakukan di tujuh SMP/MTs di Kabupaten Banjar, dengan sampel sekolah yang dipilih secara acak berkelompok (cluster random sampling). Data yang dikumpulkan adalah hasil analisis butir soal yang menggunakan model Rasch, dianalisis melalui program Bigsteps. Program ini membantu dalam mengidentifikasi butir soal yang fit dengan model Rasch, yang penting dalam pengembangan tes agar kinerjanya optimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian butir soal dengan model Rasch bervariasi berdasarkan kurikulum yang digunakan. Untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013, 59,80% butir soal dinyatakan fit, sedangkan pada sekolah yang menggunakan Kurikulum Imbas 2013, persentase butir soal fit mencapai 78,43%. Sementara itu, pada sekolah yang masih menggunakan KTSP, hanya 12,74% butir soal yang fit dengan model Rasch.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dalam Kurikulum 2013, kelas VII memiliki sejumlah butir soal yang dikategorikan mudah, sedang, dan sulit. Beberapa soal menunjukkan ketidakkonsistenan perilaku, yang berarti mereka tidak selalu fit pada semua kondisi. Hal serupa ditemukan di kelas VIII dan IX, di mana sebagian besar soal yang fit berada pada kategori sedang, dengan beberapa soal menunjukkan perilaku yang tidak konsisten, terutama di sekolah-sekolah dengan akreditasi berbeda.

Dalam Kurikulum Imbas 2013, hasil analisis menunjukkan persentase butir soal fit yang lebih tinggi dibandingkan Kurikulum 2013, terutama di kelas VII dan VIII. Soal-soal tersebut memiliki variasi kategori yang sama, yaitu mudah, sedang, dan sulit, tetapi lebih banyak soal yang berada dalam kategori sedang yang dianggap berkualitas baik.

Sebaliknya, pada sekolah-sekolah yang menggunakan KTSP, hanya sedikit butir soal yang fit dengan model Rasch. Mayoritas butir soal dalam kategori ini menunjukkan ketidakkonsistenan dalam berbagai sekolah, terutama yang belum terakreditasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada variasi dalam tingkat kesesuaian butir soal dengan model Rasch berdasarkan kurikulum yang digunakan, sebagian besar instrumen penilaian kognitif yang dikembangkan masih memerlukan perbaikan untuk mencapai kualitas yang optimal. Kesimpulan ini menekankan pentingnya pengembangan instrumen yang berkualitas untuk menghasilkan evaluasi pendidikan yang lebih akurat dan dapat diandalkan.

TUGAS PKKMB : Mufidah Wahyuningsih

Komentar